Minggu, 12 Maret 2023

Selamat Datang

Selamat Datang

 Assalamu 'alaikum warohmatullahi wa barokatuh...

Sudah lama saya tidak posting di blog ini, sepertinya blog ini semakin sepi karena saya sendiri bingung apa yang harus saya share disini. Kebiasaan yang sudah tidak asing lagi bagi para pemula.

Baiklah, kira-kira itu saja yang mau saya ungkapkan...


 

Terimakasih sudah berkunjung dan 

Wassalamu 'alaikum warohmatullahi wa barokatuh

 

Senin, 24 Juni 2019

Ketika salah tangkap makna ucapan.

Ketika salah tangkap makna ucapan.


Titip uang bisa jadi kurang, titip omongan bisa jadi lebih.!

ILUSTRASI:
DIPERANKAN OLEH BINATANG.!
.
1. Sehabis pulang dari sawah, kerbau rebahan di kandang dengan wajah capek dan nafas yang berat. Datanglah anjing.
Kerbau lalu berucap :
"Ahh teman lama, aku sungguh capek dan besok mau istirahat sehari".

2. Anjing pergi dan jumpa kucing di sudut tembok, dan berkata :
"Tadi saya jumpa kerbau, dia besok mau istirahat dulu. Pantaslah, sebab boss kasih kerjaan terlalu berat sih".

Kamis, 06 Juni 2019

Kisah Racun Buat Mertua

Kisah Racun Buat Mertua



Disebuah rumah, tinggallah seorang perempuan cantik, suami dan mertuanya. Namun cukup disayangkan, perempuan yang cantik itu tak pernah akur dengan ibu mertuanya. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Sang Ibu merasa menantunya selalu kurang ajar, begitu pula sang menantu merasa kata-kata ibu mertuanya selalu menyakiti hatinya. Begitu terus setiap hari, hingga suatu saat ia tak tahan lagi, lalu pergi ke sebuah toko obat untuk membeli racun buat ibu mertuanya.

"Saya mau beli racun yang paling ampuh" ia meminta ke penjual obat.
"Mengapa engkau ingin membeli racun itu? " tanya penjual obat.
"Saya sudah tidak tahan lagi atas perlakuan ibu mertua kepada saya. Saya ingin ia mati secepatnya" kata perempuan tersebut.
"Baiklah akan ku berikan racun seperti yang engkau minta, namun agar keinginanmu berhasil dengan lancar kau harus ikuti saranku", kata si penjual.
"Saran apa yang akan kau berikan? " sang perempuan bertanya penasaran.
"Kau harus memberikan racun ini ke dalam makanan dan minuman kesukaannya. Supaya tidak ada yang curiga, maka suguhkanlah kepadanya dengan setulus hati. Berikan sikap yang terbaik. Layani ia dengan baik, sehingga ia tidak menyadari telah memakan racun yang mematikan ini. Perlakukan ia seperti ibu kandungmu sendiri.

Karena saran penjual obat sangat masuk akal, sang perempuan pun pulang ke rumah dengan gembira. Ia pun bertanya kepada suaminya tentang makanan dan minuman kesukaan sang ibu. Ia mulai belajar banyak tersenyum, mendengarkan dari hati, berperilaku dengan baik dan sopan, sampai cara memandang dengan penuh cinta. Ia berusaha sebaik mungkin menjaga perkataan dan perbuatan nya agak sang ibu tidak tersinggung.

Hari berganti hari, sang perempuan merasakan perubahan perasaan pada ibunya. Tanpa ia sadari ia mulai menyayangi sang ibu, begitu pula sang ibu pun menyayanginya pula. Suaminya pun lega karena pertengkaran tidak pernah terjadi lagi.

Menyadari keadaan ini, sang perempuan segera kembali ke toko obat. "Kumohon berikan segera penawar racun itu kepadaku. Aku tak mau ibuku mati", pintanya.
"Apa yang terjadi?" tanya si penjual.
"Setelah menjalankan saranmu, ibuku berubah menjadi sangat baik, ia tak lagi mengungkit kesalahanku, aku pun mulai melihat banyak sisi baik yang ada pada dirinya. Ia sekarang menyayangiku seperti anaknya sendiri" tegasnya.
Penjual obat tersenyum "jangan khawatir, racun yang kuberikan itu adalah palsu, itu adalah obat untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada dalam pikiranmu, caramu berpikir dan berperilaku. Kau telah belajar bahwa mengubah perilakumu akan merubah sikapmu yang dengan sendirinya mengubah cara berpikirmu. Kau berperilaku seolah-olah amat menyayanginya, dan itulah yang engkau rasakan sekarang. Racunnya sudah kautawarkan dengan sendirinya".

Jumat, 22 Februari 2019

Kisah Katak dan Panci Air Panas

Kisah Katak dan Panci Air Panas

Tempatkan Katak ke dalam panci di atas kompor, isi dengan air dan mulai panaskan air.

Saat suhu air mulai meningkat, Katak menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air. Katak terus menyesuaikan suhu tubuhnya dengan meningkatnya suhu air. Hanya ketika air akan mencapai titik didih, Katak tidak dapat menyesuaikan lagi. Pada titik ini, Katak memutuskan untuk melompat keluar.

Rabu, 05 Agustus 2015

Ketika Ibu Mertua berpesan...

Suami : Assalamu 'alaikum...
Ibu : Wa'alaikumussalam.. Lho nak kok tumben pulang gak bilang-bilang, mana istrimu??

Suami : Istri di rumah bu, Saya gak bilang ke istri kalau mau ke sini. Hehehe...
Ibu : Lho kenapa? ya gak boleh lho kyak gitu..??
Suami : Bu saya mau tanya, se sibuk itukah jadi ibu rumah tangga??

Ibu : Kenapa nak?? Kamu ada masalah sama istrimu??
Suami : Ya saya bingung aja bu, rumah gak pernah beres, tiap malam mengeluh capek sedangkan saya